Minggu, 22 Januari 2017

PULUHAN TON IKAN PER HARI DIBUANG KE LAUT - Dengan ArdHosting, Ikan Yang Dibuang Akan Disulap Menjadi Uang

___________________________________________________________________

Hingga kini jumlah ikan yang dibuang percuma ke laut oleh para nelayan di berbagai pesisir terpencil di seluruh Indonesia masih sangat tinggi, yakni sekitar 20 ton per hari. Itu terpaksa mereka lakukan utamanya gara-gara terbatasnya jumlah konsumen di kawasan tersebut yang diperparah dengan langkanya sarana dan prasarana pengawetan ikan. Baiti Jannati dan LSM Bangun Rakyat Sejahtera akan bekerja sama dengan kaum perempuan nelayan setempat untuk mendirikan industri rumahan abon ikan yang akan dijual lewat toko online yang mengoptimalkan website dengan cloud hosting dari ArdHosting.
___________________________________________________________________

IRONIS

Pembuangan ikan laut yang nilainya di kota-kota mencapai ratusan juta rupiah setiap hari itu sangat ironis, memang. Sebab, pada saat yang sama, hampir seluruh masyarakat, terutama di perkotaan, sangat butuh ikan.

Namun, kaum nelayan di wilayah yang relatif terisolir itu tak punya pilihan. Karena daya serap pasar lokal yang jauh lebih kecil dibanding volume ikan hasil tangkapan mereka, serta langkanya atau bahkan absennya fasilitas pengawetan ikan, utamanya cold storage, mereka terpaksa membuang kembali ke laut ikan-ikan yang telah beberapa hari tidak laku karena mulai membusuk.

Di Banda Aceh saja, menurut laporan Cryotek News, tak kurang dari 6 ton ikan dibuang setiap harinya lantaran alasan tersebut (lihat www.cryotek.id/cryoteknews6tonikandiacehdibuangsetiapharinya/).

Kondisi yang lebih gawat terjadi di perairan laut Indonesia bagian timur yang merupakan salah satu sentra ikan pelagis serta ikan karang terbesar di dunia. Menurut Ir. Siradjuddin Azir, Ph.D, pakar sekaligus pelaku bisnis perikanan, para nelayan di pesisir Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua secara kumulatif terpaksa membuang sekitar 10 hingga 15 ton ikan tangkapannya karena masalah kesulitan pengawetan dan pemasaran.

SOLUSI


Prihatin dengan masalah tersebut, Baiti Jannati dan Bangun Rakyat Sejahtera (BRS), lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang giat mengentaskan kemiskinan kaum perempuan Indonesia, akan bekerja sama dengan ibu-ibu nelayan di kawasan pembuangan ikan-ikan itu untuk mendirikan industri rumahan (home industry) abon ikan yang akan dijual melalui toko online.

Dalam kerja sama itu nanti, kaum ibu nelayan itu akan menjadi produsen abon, dan BRS akan menyediakan pelatihan serta modal kerja berupa dana bergulir (revolving funds) yang merupakan bantuan hibah (grant) dari lembaga-lembaga donor internasional. Baiti Jannati sendiri akan mengelola toko online yang akan memasarkan abon ikan itu ke seluruh Indonesia maupun mancanegara.

Dengan demikian, ikan-ikan yang tadinya dibuang itu kan disulap menjadi uang yang tak kecil jumlahnya.

Menurut Muhammad Baihaki, pengelola ICT Baiti Jannati, toko online abon ikan itu nanti akan mengoptimalkan website dengan cloud hosting dengan memanfaatkan web hosting dari ArdHosting, brand image PT ARDH GLOBAL INDONESIA yang berdiri sejak tahun 2000. Dengan slogan "Fast & Reliable Webhosting", ArdHosting membidik jasa layanan di bidang web hosting murah, handal, registrasi domain, dengan menyediakan hosting dengan bandwidth unmetered Indonesia.

Lagi pula, papar Baihaki yang mengutip testimoni dari para pengguna jasa web hosting itu, ArdHosting terkenal dengan proses aktivasinya yang cepat, dukungan online selama 24 jam setiap hari tanpa hari libur, siap melayani pelanggan setiap saat, jaminan uang kembali, perangkat handal server yang menggunakan teknologi terbaru, serta sistem backup setiap hari, setiap minggu, dan setiap bulan. Semua ini akan mempernyaman pengelolaan website toko online itu serta mempermulus para konsumen dalam mengaksesnya sehingga bakal memperkuat daya saing toko online tersebut dalam merebut hati konsumen.

Selain itu, timpal Alfi Makrifatin, konsultan industri rumahan dari BRS, abon ikan itu nanti akan dijual dengan harga sangat murah, terutama karena harga bahan bakunya sangat rendah. Namun harga yang rendah itu bagi ibu-ibu nelayan lokal tetap sangat tinggi ketimbang ikannya harus dibuang sia-sia ke laut.

Guna lebih memikat para pelanggan, utamanya konsumen global, produksi dan pemasaran ikan itu akan dilakukan dengan prinsip-prinsip yang ramah lingkungan (green production and marketing).

Saat ini Baiti Jannati dan BRS sedang menyusun sistem manajemen toko online abon ikan itu dengan mengacu pada 20 prinsip pemasaran online yang dirangkum dari pendapat sejumlah ahli, yaitu:
  1. Memantapkan dan memelihara kerja sama jangka panjang dengan ArdHosting;
  2. Menjamin agar website yang digunakan sangat aman dan dapat diandalkan, utamanya dengan dukungan teknis dari para staf ArdHosting;
  3. Menciptakan ide bisnis yang unik;
  4. Menciptakan proposisi penjualan yang lain dari yang lain;
  5. Membidik calon pelanggan yang tepat;
  6. Memicu daya pikat pada pandangan pertama;
  7. Menyajikan detail tiap produk secara audio-visual di samping tekstual;
  8. Menciptakan sistem pemberian poin atau hadiah guna menarik hati pelanggan dan calon pelanggan;
  9. Mempermudah tiap konsumen dalam mengakses dan menelusuri tiap item yang dipasarkan;
  10. Menciptakan sistem dukungan percakapan langsung untuk membantu tiap pelanggan maupun calon pelanggan;
  11. Menjamin kesempurnaan daftar dan keranjang belanja tiap pembeli;
  12. Menjamin strategi pengiriman barang yang cepat, efektif, efisien, dan kompetitif;
  13. Mengembangkan sistem umpan balik yang sangat mempernyaman tiap pelanggan;
  14. Menciptakan dan mengelola blog pendukung yang selalu ter-update;
  15. Menciptakan halaman profil yang menggugah;
  16. Mengembangkan brosur atau berkala agar tiap pelanggan maupun calon pelanggan memperoleh informasi yang baik dan benar;
  17. Memanfaatkan media sosial – utamanya Facebook, Twitter, dan Instagram – untuk memacu promosi;
  18. Mengembangkan sistem reselling yang menguntungkan semua pihak;
  19. Memberi dukungan khusus kepada para pelanggan maupun calon pelanggan yang menggunakan ponsel atau smartphone;
  20. Membangun strategi optimalisasi mesin pencari (SEO) yang paling efektif.

Tulisan ini diikutsertakan pada Ardhosting BLOG Competition 2016 dengan tema "Temukan Peluang Bisnis OnlineMu dengan ArdHosting" dan Alhamdulillah berhasil menjadi Juara 2.

#bloggerardhosting

Referensi:
1. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia
2. Badan Pusat Statistik
3. www.ardhosting.com
4. www.cryotek.id
5. www.ecommerceplatforms.com
6. www.wpbeginner.com
7. Dokumen Riset Ir. Siradjuddin Azir, Ph.D
8. Dokumen Baiti Jannati
9. Dokumen LSM Bangun Rakyat Sejahtera.


Alhamdulillah terpilih sebagai Juara 2

1 komentar:

  1. Ikaaaan 😍😍😍🐑🐑🐑
    Saya suka bgt sama ikan ❤

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Terima kasih sudah berkomentar yang sopan dan membangun.
Jangan bosan untuk berkunjung lagi ya....