Jumat, 15 September 2017

Laptop Intel 2in1 Impian Terbesarku


Hidup saya saat ini semakin penuh tantangan yang melelahkan, bahkan seringkali menegangkan, namun juga mengasyikkan.

Tantangan itu otomatis muncul akibat tuntutan tanggung-jawab saya untuk menyelesaikan tugas-tugas di kantor dalam rangka mengejar kepuasan profesional saya di satu sisi, dan di sisi lain adalah komitmen saya untuk memelihara hubungan kemasyarakatan saya di luar kantor demi memenuhi kebutuhan sosial saya sebagai manusia.

Kesibukan di kantor serta di luar kantor itu telah menciptakan suatu bioritme yang unik dalam gaya hidup saya sehari-hari.

Di kantor, job description yang padat membuat saya sangat tergantung pada laptop, terlebih lagi karena tugas-tugas saya tidak melulu terpusat di dalam kantor, tetapi juga di lapangan.

Akibat tuntutan tugas serta deadline berbagai kegiatan terkait yang semakin kompleks membuat laptop yang saya gunakan saat ini menjadi kian “ketinggalan kereta”.

Sebagai catatan: laptop inventaris saya di kantor saat ini adalah Acer Aspire 4920 yang kini sudah tergolong jadul. Selain kinerja teknisnya sangat terbatas, juga kurang lancar saat melakukan kegiatan multitasking.

Suatu hari, ketika saya sedang berbelanja di online shop terfavorit saya, yakni Blibli.com, tiba-tiba saya melihat promosi Laptop Intel 2in1 dengan berbagai merek dan spesifikasi. Di antaranya ada Acer Switch One yang sangat memikat hati saya karena sosoknya yang stylist dan elegan.

What is a 2in1? #Intel2in1

Saya langsung jatuh cinta pada gadget ini. Pasalnya, Acer Switch One adalah notebook serba bisa dengan tampilan keren yang memiliki beberapa keunggulan komparatif, antara lain empat mode dalam satu notebook, yaitu Notebook Mode, Tablet Mode, Tent Mode, dan Display Mode.

Acer Switch One telah dilengkapi keyboard yang cukup luas dan tentunya membuat pemakainya amat nyaman saat mengetik, berselancar di dunia maya, atau bermain game. Tak ketinggalan touchpad dengan teknologi Precision Touchpad yang mendukung gesture Windows 10. Aktifitas browsing di internet pasti terasa lebih mulus.

Malas menggunakan keyboard? Layarnya bisa dilepas karena sudah dilengkapi dengan Desain Magnetic Hinge. Fitur inilah yang memudahkan pemakainya untuk merubahnya dari Notebook Mode ke Tablet Mode sehingga sangat menyenangkan dibawa kemana-mana.

Acer Switch One mempunyai performa anti lemot berkat prosesor terbaru yang dirakit dalam sistem operasinya. Dengan RAM sebesar 2GB dan HDD 32GB eMMC + 500GB dan dibekali Intel® Quad Core x5-Z8350 processor, yaitu prosesor keluaran terbaru dari Intel® Quad Core menjamin kenyamanan penggunanya terutama dalam melakukan kegiatan multitasking dengan super lancar.

Acer Switch One juga memiliki kapasitas baterai yang lebih besar yang bisa bertahan hingga 12 jam penggunaan setelah di-charge penuh. Jadi, Anda tak perlu lagi melakukan charging berkali-kali.

Selain penampilannya yang enak dipandang, Laptop 2in1 yang unik ini juga sangat enak disandang karena beratnya hanya 680 gram, alias hanya lebih setengah kilo. Body luarnya dilengkapi dengan bahan metal dan pola menyerupai efek brush yang memberi cita rasa mewah, elegan, dan tentunya eye-catching.

Setelah mempelajari spesifikasinya, saya menjadi yakin bahwa Laptop 2in1 dapat menjadi “dewa penolong” dalam membebaskan saya dari berbagai ketegangan akibat tekanan kerja di kantor yang merupakan menu sehari-hari saya.


Work hard, play hard #Intel2in1

Saya yakin, Laptop 2in1 adalah suatu peranti kerja yang dapat meningkatkan kinerja dan prestasi saya di kantor.

Bukan hanya itu….

Di luar kantor pun Laptop2in1 akan banyak meringankan beban-beban tugas dalam berbagai aktivitas sosial saya yang juga sangat tergantung pada laptop.

Sebagai blogger profesional dan sangat aktif bergaul di berbagai media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan sebagainya, kebutuhan saya terhadap laptop di luar kantor tak kalah strategisnya dengan kebutuhan saya terhadap laptop di kantor.

Tanpa laptop, mustahil saya bisa melakukan berbagai aktivitas sosial di dunia maya yang bagi saya merupakan kebutuhan substansial di samping aktivitas profesional saya di kantor.

Semua kegiatan sosial dan komunikasi sosial saya pun ditunjang oleh sebuah laptop lainnya, juga bermerek Acer, yang tak kalah jadulnya dengan laptop saya di kantor.

Sebenarnya saya sangat butuh untuk memiliki hanya satu laptop yang bisa dipakai untuk semua kegiatan saya di kantor maupun di masyarakat. Karena biasanya banyak tugas kepenulisan saya di kantor yang harus diselesaikan di luar kantor.

Namun – setelah berkali-kali saya coba – ternyata laptop saya yang di kantor maupun di luar kantor tak sanggup memikul beban itu karena keterbatasan kapasitasnya masing-masing. Terpaksa saya harus menggunakan dua laptop sekaligus, dan ini sangat tidak praktis. Dan juga sangat tidak nyaman.

Melihat spesifikasinya, jelas sekali Laptop 2in1 tersebut sangat mampu melayani tugas-tugas saya di kantor maupun di luar kantor sekaligus sehingga saya tidak perlu lagi membawa-bawa dua laptop “tempo doeloe” ke mana-mana. Cukup dengan satu buah laptop 2in1 semua tugas profesional saya di kantor serta di masyarakat dapat dikerjakan hanya dalam satu perangkat – jauh lebih kecil, ringan, dan stylish pula.

Oleh sebab itu, impian terbesar saya saat ini ialah memiliki Laptop Intel 2in1.

Berminat pada Laptop Intel 2in1? Yuk segera cek di Blibli.com, tersedia beberapa pilihan model dan kapasitas. Aku tidak ragu untuk merekomendasikannya, karena berbelanja di Blili.com memang sangat memuaskan dengan pelayanan 24jam dalam seminggu. Gak pake repot, gak pake ribet, gak pake ngantri.

Blili.com juga memiliki beragam pilihan produk menarik dengan 4 keuntungan sekaligus: Gratis biaya kirim, Kualitas terjamin, Beragam cara pembayaran dan Cicilan 0%*.

Selamat berbelanja J

Tulisan ini diikutsertakan pada Blibli.com Blog Competition Intel 2in1 Periode 12 - 30 September 2017, yang bermitra dengan Intel.

#Intel2in1 #BlibliIntel

Selasa, 04 Juli 2017

Hobi Menulis Jalan, Kantong pun Tebal

Suarakan Beritamu Jadilah Terkenal

Selamat Bergabung di Jaringan Komunitas Kontributor BaBe

Ayo mulai tulis artikelmu di BaBe!
1.     Sebelum mulai menulis, masukan dulu nomor rekeningmu.
Klik Tab 
Pembayaran > Informasi Rekening dan Masukan Nomor Rekening kamu.
2.     Jika informasi nomor rekening sudah disimpan, Kamu sudah siap Menulis di BaBe.
3.     Masuk ke Beranda, Pilih Tulis Artikel.
4.     Sebelum mulai menulis, pastikan artkel yang Kamu submit memenuhi syarat-syarat di bawah ini:
  • Artikel tidak boleh menampilkan gambar vulgar, pornografi dan sejenisnya.
  • Artikel tidak boleh mengandung isu SARA yang memicu konflik dan pertentangan.
  • Artikel yang dikirim DILARANG MENJIPLAK tulisan milik orang lain.
  • Pastikan juga tulisan tersebut BELUM PERNAH TERBIT DI WEB LAIN (termasuk blog pribadi).
5.     Setelah artikel yang ingin ditulis telah memenuhi persyaratan di atas, Kamu bisa langsung memasukan Judul Artikel dan Isi artikel.
6.     Pilih Kategori Artikel yang sesuai dengan Artikel Kamu.
7.     Jangan lupa UPLOAD BANNER yang mengikuti ukuran yang dianjurkan, yaitu 700px x 350px.
8.     Tambahkan Minimal 3 Gambar pendukung dalam artikel. Jika gambar tersebut Kamu ambil dari artikel lain, Kamu Wajib Mencantumkan Sumber di bawah gambar tersebut.
9.     Maksimal judul adalah 72 karakter, atau Minimal 4 kata.
10.   Untuk melihat tampilan artikel yang sebenarnya, Kamu bisa melakukannya dengan meng-klik tombol Preview.
11.   Untuk menyimpan artikel yang Kamu tulis, Silahkan klik pada tombol Simpan yang ada di sebelah kanan halaman.
12.   Jika semua syarat sudah terpenuhi, Kamu bisa menekan tombol "Kirim Artikel". Setelah itu, artikel kamu akan masuk ke antrean, dan akan segera dicek oleh Tim BaBe.
13.   Selama masa antrean, Artikel kamu akan ber-status "Menunggu Persetujuan", Tim BaBe akan menentukan apakah artikel kamu layak tayang di BaBe atau tidak.
14.   Artikel akan diproses dalam beberapa hari, dan berita konfirmasi akan dikirim melalui email yang terdaftar di nulis.babe.news.
15.   Kamu akan mendapatkan Rp50.000,- untuk setiap artikel yang terbit dan mencapai 100 Views (dalam 7 hari setelah diterbitkan). Pembayaran akan dilakukan di bulan selanjutnya ketika saldo Kamu sudah mencapai (minimal) Rp200.000,-.
16.   Jika saldo pada bulan ini belum mencapai Rp200.000,-, maka saldo akan diakumulasikan di bulan berikutnya.
17.   Periode akan dihitung setiap tanggal 26 sampai 25 (contoh : Periode 26 Maret - 25 April 2017).
18.   Untuk mengetahui Riwayat Pembayaran, termasuk jumlah uang yang akan kamu terima. Kamu bisa langsung masuk ke Tab Riwayat Pembayaran. Riwayat Pembayaran akan di-update pada tanggal 3 setiap bulannya jika saldo kamu sudah mencapai minimal Rp200.000.
19.   Kamu bisa mengetahui Views dari setiap artikel kamu di Tab Statistik. Angka di Tab Statistik akan berubah pada jam 7 pagi setiap harinya.

Sumber: https://nulis.babe.news/panduan

Sabtu, 27 Mei 2017

DIJUAL MURAH: Lokasi TAMBANG EMAS di Pulau Kobaena, Provinsi Sultra

Potensi: emas (aurum) dan nikel – lihat hasil analisis lab Universitas Haluoleo, Kendari (terlampir).

Luas: 1.400 hektar.

Lokasi: Desa Rahantari, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Aksesibilitas: Lokasi dekat pantai yang layak dijadikan pelabuhan ekspor.

Status tanah (alas hak): Tanah Ulayat, ada Surat Keterangan Hak Atas Tanah (SKHAT) dari Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan setempat sejak tahun 1998 (terlampir).

Bantuan pengurusan Hak Milik/HGU & IUP: Kami siap membantu mengurus legalisasi tanah tersebut menjadi Hak Milik atau Hak Guna Usaha, bahkan sampai IUP (Izin Usaha Pertambangan) pada instansi pemerintahan setempat.

Situasi pertambangan di lokasi setempat: Saat ini sudah ada lebih 20 perusahaan pertambangan (sebagian besar adalah pertambangan emas) yang telah beroperasi dengan IUP di sekitar lokasi setempat (Pulau Kobaena), di antaranya: PT Trias Jaya Abadi, PT Billy Indonesia, PT Kabaena Lestari Utama, PT Shantung Mineral Resources, dll (lihat lampiran).

Situasi pertambangan di Provinsi Sultra: Hingga saat ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menerbitkan 204 IUP, lebih 25% yaitu 53 lokasi berada di Kabupaten Bombana, sehingga boleh kami katakan bahwa pengurusan IUP cukup mudah di daerah ini.

Harga: Rp 250 juta per Ha, jadi total Rp 350 milyar untuk 1.400 hektar (bisa nego).

Kunjungan ke lokasi: Kami siap mengantar Anda untuk meninjau lokasi yang bersangkutan, dengan catatan: semua biaya tranportasi, konsumsi, dll menjadi tanggungan Anda.

Yang berminat, silahkan hubungi: Unka Sultan, No. HP 0856 9700 1818.


LAMPIRAN-LAMPIRAN:

1—Surat Tanah



2—Peta Provinsi Sulawesi Tenggara



3—Sketsa Lokasi



4—Analisis Lab




Minggu, 30 April 2017

Momok Obesitas & Solusi Bedah Bariatrik dari OMNI Hospital Alam Sutera

(Foto: Google)

Masalah obesitas kini kian menjadi momok yang mengancam kesehatan masyarakat di Indonesia. Prevalensi obesitas terus meningkat, baik di kalangan penduduk dari kalangan ekonomi menengah ke atas, maupun mereka yang berpendapatan rendah.

Di tingkat global, menurut radio BBC London yang mengutip hasil riset peneliti di seluruh dunia yang dipimpin oleh Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di Washington, tahun 2014 lalu, Indonesia dinyatakan berada di peringkat 10 dari daftar negara dengan tingkat obesitas tertinggi di dunia setelah AS, Cina, India, Rusia, Brasil, Meksiko, Mesir, Jerman, dan Pakistan.

Sejalan dengan itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan, secara nasional prevalensi obesitas sentral meningkat dari 18,8 persen pada tahun 2007 menjadi 26,6 persen pada tahun 2015.

Apakah yang dimaksud dengan obesitas itu? Apa dampaknya bagi kualitas kehidupan manusia?

Menurut Kamus Kesehatan (www.kamuskesehatan.com), obesitas adalah kondisi kronis di mana terdapat jumlah lemak tubuh berlebihan. Sejumlah tertentu lemak tubuh diperlukan untuk menyimpan energi, menginsulasi panas, meredam goncangan, dan fungsi lainnya. Jumlah normal lemak tubuh (dinyatakan sebagai persentase lemak tubuh) adalah antara 25% -30% pada wanita dan 18% -23% pada pria. Wanita dan pria yang memiliki lemak tubuh masing-masing lebih dari 30% dan 25% dianggap mengalami obesitas.

Perhitungan indeks massa tubuh (IMT) juga telah digunakan dalam definisi obesitas. IMT sama dengan berat badan dalam kilogram (kg) dibagi tinggi badan dalam meter (m) kuadrat. Karena IMT menggambarkan berat badan relatif terhadap tinggi maka sangat berkorelasi dengan kandungan lemak total pada tubuh orang dewasa. Obesitas didefinisikan sebagai IMT 30 ke atas.

Obesitas (Foto: Google)

Sedangkan dampak obesitas, menurut Prof. Valerie H. Taylor, MD, PhD, dan kawan-kawan, dari Clinical Endocrinology & Metabolism, sebuah lembaga riset kesehatan terkemuka di AS, bisa memicu kesehatan mental para penderitanya yang sangat berdampak terhadap kualitas kehidupan individual mereka. Ini sangat membahayakan kesehatan para anggota masyarakat lainnya yang ada di sekitar para penderita obesitas itu.

Celakanya, kata Prof Ali Mokdad, dari IHME, tidak ada negara yang melawan obesitas karena ini adalah masalah baru. Praktis, hingga kini, baik di tingkat global mapun di level masing-masing negara, termasuk Indonesia, belum ada kebijakan nasional terkait penanggulangan obesitas.

Dikaitkan dengan prevalensi obesitas di kalangan masyarakat Indonesia yang terus meningkat tersebut, itu jelas merupakan ancaman cukup serius bagi pembangunan kesehatan bangsa ini yang kini terus berjuang mewujudkan “peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya” – seperti yang diamanahkan rakyat melalui Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025.

Di tengah krisis itu, tampillah OMNI Hospital Alam Sutera dengan solusi efektifnya, yaitu Operasi Bariatrik.

OMNI Hospital Alam Sutera merupakan salah satu dari tiga rumah sakit yang beroperasi di bawah bendera OMNI Hospitals Group. Dua rumah sakit lainnya adalah OMNI Hospital Pulomas dan OMNI Hospital Cikarang.

OMNI Hospitals Group sendiri berdiri sejak tahun 1972 dan merupakan rumah sakit terkemuka di Indonesia yang mempunyai standar manajemen tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional. OMNI Hospitals Group saat ini telah melayani lebih dari 3 (tiga) juta pasien, dengan 30.000 operasi bedah, dan didukung oleh 210 para ahli medis dibidangnya.

Operasi Bariatrik (bariatric surgery) adalah operasi untuk menurunkan berat badan pada pasien obesitas morbid (obesitas yang menyebabkan penyakit) di mana metode lain seperti diet, olahraga dan pengobatan tidak efektif.

Operasi Bariatrik bekerja dengan salah satu dari tiga cara:
  1. Restriksi, yaitu membatasi jumlah asupan makanan dengan mengurangi ukuran lambung.
  2. Malabsorpsi, yaitu membatasi penyerapan makanan dalam saluran usus dengan “memotong-kompas” (bypass) sebagian dari usus kecil.
  3. Kombinasi dari restriksi dan malabsorpsi
Gastric banding dan bypass lambung adalah dua jenis bedah bariatrik yang paling umum.

Sejauh ini, Operasi Bariatrik merupakan terapi yang paling efektif dan aman dalam mengatasi obesitas dan kerap dijuluki secara ikonik sebagai #dietygtidakpernahgagal

Hingga kini, secara internasional, Operasi Bariatrik masih merupakan suatu tindakan medis yang tergolong canggih dan efektif. Oleh sebab itu, masyarakat Indonesia perlu berbangga hati karena di negara ini telah tersedia fasilitas tersebut, terutama di OMNI Hospital Alam Sutera.

Penulis sendiri memang bukan penderita obesitas, tetapi penulis pernah dirawat di salah satu #omnihospitals, yakni ketika penulis melahirkan anak bungsu saya tahun 2009, atau sekitar 8 tahun lalu.

Penulis menjadi saksi mata bahwa sistem pelayanan Care with Passion yang diterapkan oleh OMNI Hospitals Group, termasuk OMNI Hospital Alam Sutera, memang luar biasa dan jauh berbeda dibanding ketika penulis melahirkan dua anak sebelumnya di rumah-rumah sakit yang berbeda di Jakarta.

Care with Passion tersebut merupakan salah satu dari filosofi pengelolaan sistem kesehatan khas OMNI Hospital Groups, yaitu Care, Courtesy, Character, Capability.

Salah seorang perawat profesional OMNI Hospitals Group yang menangani kelahiran bayi bungsu penulis, tahun 2009. (Foto: dok. pribadi) 

Penasaran dengan Operasi Bariatrik? Silahkan simak video ini.



Tulisan ini diikutsertakan pada #lombablogbariatrik yang diadakan oleh OMNI hospital Alam Sutera  dengan tema Penanganan Obesitas dengan Bariatric Surgery.

#dietygtidakpernahgagal #omnihospitals #lombablogbariatrik


Referensi:
1. Kementerian Kesehatan RI
2. OMNI Hospitals Alam Sutera
3. Radio BBC London
4. Kamus Kesehatan – www.kamuskesehatan.com
5. Clinical Endocrinology & Metabolism, USA – DOI: http://dx.doi.org/10.1016/j.beem.2013.04.004
6. Dokumen pribadi

Sabtu, 29 April 2017

Rukamen, Cara Tercepat & Termurah Menyewakan Apartemen


Hai, para pemilik apartemen... Dengarkan ini... Ada kabar gembira untuk Anda. Mungkin ini kabar paling gembira bagi Anda selama ini.

Dengarkan ya? Anda sudah siap kan? Oke... Saya mau sampaikan kabar itu sekarang...

Oke...

Oh ya... Tunggu sebentar. Kabar gembira ini khusus untuk Anda-anda yang punya apartemen dan bermaksud untuk menyewakannya.

Tapi bagi Anda-anda yang punya apartemen namun belum berencana menyewakannya, tak masalah... Anda pun boleh mendengarkan penyampaian saya ini. Siapa tahu setelah ini, Anda berubah pikiran untuk menyewakan apartemen Anda... Hehehehe...

Baiklah... Let’s get to the business...


Saat Anda berniat untuk menyewakan apartemen Anda, apa yang pertama kali Anda pikirkan?

Saya tahu... Anda pasti memikirkan agen properti. Ya, kan? Soalnya selama ini sudah menjadi paradigma, bahwa agen properti adalah satu-satunya pilihan terbaik – terefisien, terefektif – dalam dunia penjualan dan penyewaan apartemen.

Jika Anda adalah penganut paradigma itu, dengan sangat menyesal, saya terpaksa mengatakan kepada Anda: “Paradigma Anda itu sudah ketinggalan zaman.”

Tolong maafkan saya kalau ucapan saya tersebut kurang enak dicerna. Tetapi saya melakukan itu demi kebaikan Anda sendiri. Demi Tuhan, saya nggak bohong.

Mengapa saya mengatakan bahwa paradigma tersebut ketinggalan zaman?

Karena sekarang sudah ada Rukamen.

Rukamen? Makhluk apa itu? Pasti hati Anda berbisik begitu kan? Hahaha...

Okay, listen...

Rukamen adalah situs Iklan listing dan database apartemen terlengkap di Indonesia. Rukamen siap membantu Anda dalam memaksimalkan iklan apartemen Anda sehingga bisa terjual dalam waktu singkat.


Waktu singkat? Berapa lama?

Bisa satu minggu. Ya, satu minggu setelah diiklankan, sudah ada konsumen yang menyewa apartemen yang Anda iklankan.

Tapi itu tergantung lokasi, wilayah, dan harga properti Anda.

Paling tidak, sekitar 1 hingga 2 bulan setelah diiklankan, insya Allah, apartemen Anda sudah ada yang menyewanya.

Jadi, 3-P di sini sangat menentukan. Product, Price, Place dari apartemen yang Anda tawarkan.

Tapi yang menjadi kunci utama agar apartemen Anda laku adalah SalesHack.

Nah, lho... Alien dari planet mana pula itu?

Hahahaha... Jangan takut! Ini bukan seperti hacker pada komputer. Sebaliknya, SalesHack adalah “malaikat” penolong Anda. Ini adalah Cara Cepat Sewa Apartemen sekaligus Cara Cepat Jual Apartemen.

SalesHack adalah sebuah paket jasa penjualan atau penyewaan apartemen Anda, yang akan membantu Anda dalam semua kebutuhan dan informasi yang Anda butuhkan dalam menjual properti Anda secara online. Ini mengurangi kebutuhan Anda pada perantara atau agen properti, sehingga Anda bisa menghemat uang komisi hingga ratusan juta rupiah.

Mengapa bisa lebih menghemat dalam menyewakan apartemen mengunakan SalesHack?

Ya, iyalah...

Bila Anda menyewakan apartemen Anda lewat agen properti, mereka akan mengutip komisi sekitar 2.5% dari harga jual. Pengeluaran Anda tidak seharusnya setinggi ini. Jika menggunakan SalesHack, Anda akan sangat menghemat banyak uang.

Apa saja yang bisa didapatkan dalam paket SalesHack ini?

Woow, banyak banget...

Anda akan mendapatkan jasa pengiklanan properti Anda melalui channel Rukamen ke berbagai macam media iklan – baik yang gratis maupun berbayar – dan juga media forum serta sosial media.

Iklan itu akan ditayangkan sampai Apartemen Anda laku.



Berapa harga service SalesHack?

Nah, ini yang paling menarik... Harga service SalesHack hanya Rp 399 ribu per unit apartemen yang Anda tawarkan. Bandingkan dengan belasan juta hingga ratusan juta rupiah yang Anda harus bayar pada agen properti untuk service yang sama.

Bagaimana tentang...

Stop! Stop!

Nanya-nanya melulu. Dasar bawel...

Udah, kalau Anda memang tertarik, hubungi aja sendiri Rukamen.

Nih website-nya: www.rukamen.com.

Kalau mau tahu lebih banyak tentang SalesHack, klik link ini: www.rukamen.com/saleshack

Bisa juga kalau mau nelepon maupun sms. Nih, nomor ponselnya Rukamen: 0812 12 12 3 503.
Hei, tunggu... Ada satu kabar penting lagi...

Rukamen bukan hanya untuk menyewakan, tapi juga untuk menjual apartemen dengan supercepat dan biaya supermurah, lho.

Apa? Mau cari informasi tentang harga dan biaya sewa apartemen di seluruh Indonesia?

Ya hanya di Rukamen...

Selasa, 25 April 2017

Visibilitas Produk, Cuma Itu kok Masalahnya...

Pak Hadi, pedagang keliling kerajinan bambu di Kalimantan Timur. (Foto: Eksposkaltim)

Hah? Benarkah? Idih, tragis amat...

Menurut Samanta (http://grassamanta.blogspot.co.id/2016/03/sai.html), pedagang keliling seperti jamu gendong, penjual sayur, dan sebagainya, harus berjalan kaki rata-rata sejauh 17 km per hari demi memburu pembeli.

Kayaknya Samanta nggak bohong. Meski ia hanya seorang pemuisi, tetapi mayoritas puisinya ia tulis berdasarkan fakta-fakta hasil riset yang valid.

Dan, memang, kalau kita amati di lapangan, apa yang diungkapkan penyair unik itu benar adanya.

Coba lihat...

Pak Hadi, misalnya, pedagang keliling kerajinan bambu di Kalimantan Timur, yang tiap hari harus berjalan kaki berkilo-kilo meter sambil mendorong gerobaknya.

Para penjaja kasur dan bantal di seputar Jabodetabek malah lebih parah lagi. Mereka harus memikul dagangannya yang lumayan berat, semata-mata untuk mengejar para calon pembeli.

Para pengasong barang-barang kelontong di Makasar, Sulawesi Selatan, masih mendingan. Mereka menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi menjadi kendaraan roda tiga, untuk menawarkan dagangannya di gang-gang dan sudut-sudut kampung.


Di New York City, Amerika Serikat, seorang penjaja hot dog rela membayar sebanyak USD 289,000 (sekitar Rp 4 milyar) per tahun demi visibilitas usahanya. (Foto: fslyb.com)


Begitu pula para pedagang pakaian di Sumedang, Jawa Barat, yang menggunakan mobil-mobil angkot yang dipermak menjadi toko-toko keliling.

Tetapi, fenomena seperti semua yang dilukiskan di atas ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Di negara-negara barat semua itu masih menjadi pemandangan sehari-hari.

Bedanya, di negara-negara kaya itu para pedagang kelilingnya sebagian besar tergolong tajir.

Contohnya di New York City, Amerika Serikat, para penjual makanan mengasong di jalan-jalan raya, dan terkadang mangkal di tengah jalan – meskipun untuk itu ada di antara mereka yang harus membayar USD 289,000, atau sekitar Rp 4 milyar, per tahun (lihat di fslyb.com).

Berbagai sikap dan perilaku yang unik, menyedihkan, dan terkadang nekat atau konroversial, yang ditunjukkan para pedagang itu – menurut para pakar bisnis – merupakan bukti kian ketatnya persaingan dalam dunia penjualan barang dan jasa, baik yang berskala gurem maupun raksasa, di seluruh pelosok bumi, baik di perkotaan maupun perdesaan.


Untuk mengerek visibilitas produknya, pabrik roti Mars di Edgewood, Maryland, Amerika Serikat, menciptakan salah satu dari roti produk mereka dengan ukuran yang pas untuk diangkut dengan truk gandeng raksasa. (Foto: shareably.net)


Para dedengkot marketing, antara lain Neil H. Borden, mengungkapkan, untuk mengerek keberhasilan pemasaran suatu produk di tengah kian bengisnya persaingan bisnis di seluruh dunia, para produsen perlu menerapkan “7-P” yang kini makin menjadi mantra bisnis yang dianut banyak pengusaha, yaitu:
  1. Product (produk) yang perlu didesain sesuai kebutuhan konsumen;
  2. Price (harga) yang perlu ditetapkan secara kompetitif dan terjangkau;
  3. Place (tempat) yang mudah dicapai secara fisik;
  4. Promotion (promosi) untuk memperkenalkan sekaligus meningkatkan visibilitas produk;
  5. People (orang-orang) yang menjadi sasaran promosi;
  6. Physical evidence (bukti fisik) seperti seragam, fasilitas, dan ciri khas, dan
  7. Process (proses) berupa sensasi pengalaman pelanggan atau calon pelanggan secara keseluruhan, misalnya kunjungan gratis ke Dunia Fantasi sebagai suatu bentuk promosi yang efektif.

Dari ketujuh “P” ini yang paling menentukan laku atau tidaknya barang maupun jasa yang ditawarkan ialah Promosi. Dan substansi dari Promosi ini, menurut para ahli, ialah visibilitas produk – yang intinya adalah “bagaimana agar produk maupun jasa tersebut selalu dilihat sehingga lebih berpeluang dipilih untuk digunakan oleh konsumen”.

Pendek kata, visibilitas adalah faktor penentu yang paling strategis bagi sebuah bisnis yang sekecil maupun segede apapun.

Demi meraih visibilitas itulah sehingga para pengasong di Indonesia harus bejalan kaki 17 km per hari; dan rekan mereka di negeri Paman Sam harus membayar Rp 4 milyar per tahun.

Perempuan penjual sayur keliling. (Foto: Kompasiana)

Namun, menurut para profesional Bisnis Online, seperti Catalin Zorzini, dalam era kehidupan yang semakin digital ini, sudah bukan zamannya lagi para pemasar atau pedagang bertindak yang aneh-aneh – misalnya berjalan kaki sejauh 17 km, atau membayar Rp 4 milyar per tahun – dalam upaya meningkatkan visibilitas mereka.

Karena internet dewasa ini makin menyebar hingga ke pelosok-pelosok terpencil di seluruh planet ini.

Internet – yang kini makin memenuhi semua hajat hidup manusia, termasuk dalam dunia jual beli barang dan jasa – bisa dimanfaatkan untuk pengelolaan Bisnis Online sehingga tiap produsen atau pengasong tak perlu lagi berjalan kaki jauh-jauh, dan tak perlu membayar mahal-mahal.

Dengan Bisnis Online, Semua barang dan jasa yang mereka tawarkan bukan hanya akan meroket visibilitasnya, melainkan juga bakal sangat luas daya jangkaunya. Dan yang lebih penting lagi, biaya dan tenaga yang dikeluarkan untuk itu amatlah minim.

Semua yang diungkapkan para ahli Bisnis Online itu bukan sekadar teori. Banyak bukti konkretnya di lapangan.

Salah seorang penjaja kasur dan bantal di Jabodetabek. (Foto: Google)

Contohnya di pedalaman Bogor, Jawa Barat. Sejak berpuluh tahun lalu, banyak pengrajin kecil yang memproduksi barang-barang seperti tas, jaket, sepatu, T-shirt, dan sebagainya, secara rumahan, dengan modal dan skala yang pas-pasan.

Dulu, sebelum hadirnya internet, mereka hanya mampu memasarkan produknya ke berbagai pasar di sekitar Bogor, atau melalui para pedagang asongan. Total penjualannya sangat terbatas, bahkan ada yang tidak laku, sehingga banyak di antara mereka waktu itu yang terpaksa gulung tikar.

Sejak 4 tahun yang lalu, ketika jaringan internet di sana telah lancar, mereka pun mulai mencoba memasarkan produknya melalui Bisnis Online. Kini mereka berhasil menjual dagangannya itu ke seluruh Indonesia, bahkan ada yang sampai ke Malaysia, Singapura, dan Timur Tengah. Omsetnya pun melejit sampai rata-rata di atas enam kali lipat.

Pedagang pakaian di Sumedang, Jawa Barat. (Foto: Google)

Contoh-contoh keberhasilan Bisnis Online seperti itu banyak terjadi di seluruh Indonesia.

Uniknya, Bisnis Online itu bisa diterapkan oleh produsen yang berskala terkecil maupun terbesar. Pendek kata, ia merupakan sistem penjualan yang terjangkau oleh semua size pedagang.

Selain itu, Bisnis Online sangat ramah lingkungan (friendly environmental), utamanya karena ia sangat kurang menggunakan kendaraan bermotor pemicu terjadinya emisi karbondioksida yang merupakan penyebab utama pemanasan global (global warming) yang makin mengancam umat manusia di bumi dewasa ini.

Pendek kata, ia merupakan sebuah bisnis hijau (green business) yang sangat menunjang upaya pelestarian lingkungan hidup.

Pedagang keliling di Makasar, Sulawesi Selatan. (Foto: Antara News)

Lantas, sekarang, bagaimana langkah-langkah Bisnis Online itu?

Menurut para pakar, kesuksesan sebuah Bisnis Online tergantung pada 20 langkah:
  1. Memantapkan dan memelihara kerja sama jangka panjang dengan sebuah perusahaan web hosting;
  2. Menjamin agar website yang digunakan sangat aman dan dapat diandalkan, utamanya dengan dukungan teknis dari para staf perusahaan web hosting yang bersangkutan;
  3. Menciptakan ide bisnis yang unik;
  4. Menciptakan proposisi penjualan yang lain dari yang lain;
  5. Membidik calon pelanggan yang tepat;
  6. Memicu daya pikat pada pandangan pertama;
  7. Menyajikan detail tiap produk secara audio-visual di samping tekstual;
  8. Menciptakan sistem pemberian poin atau hadiah guna menarik hati pelanggan dan calon pelanggan;
  9. Mempermudah tiap konsumen dalam mengakses dan menelusuri tiap item yang dipasarkan;
  10. Menciptakan sistem dukungan percakapan langsung untuk membantu tiap pelanggan maupun calon pelanggan;
  11. Menjamin kesempurnaan daftar dan keranjang belanja tiap pembeli;
  12. Menjamin strategi pengiriman barang yang cepat, efektif, efisien, dan kompetitif;
  13. Mengembangkan sistem umpan balik yang sangat mempernyaman tiap pelanggan;
  14. Menciptakan dan mengelola blog pendukung yang selalu ter-update;
  15. Menciptakan halaman profil yang menggugah;
  16. Mengembangkan brosur atau berkala agar tiap pelanggan maupun calon pelanggan memperoleh informasi yang baik dan benar;
  17. Memanfaatkan media sosial – utamanya Facebook, Twitter, dan Instagram – untuk memacu promosi;
  18. Mengembangkan sistem reselling yang menguntungkan semua pihak;
  19. Memberi dukungan khusus kepada para pelanggan maupun calon pelanggan yang menggunakan ponsel atau smartphone;
  20. Membangun strategi optimalisasi mesin pencari (SEO) yang paling efektif.
Dari ke-20 langkah tersebut, ada 3 faktor strategis sekaligus pemasti visibilitas sekaligus kesuksesan sebuah Bisnis Online:
  1. Penguasaan ketrampilan mendesain dan mengelola website;
  2. Penguasaan pengetahuan di bidang digital marketing; dan
  3. Penguasaan ketrampilan desain grafis.
Tanpa ketiga faktor ini, jangan pernah bermimpi untuk ber-Bisnis Online.

Senin, 10 April 2017

Memesona Orang-orang Sesuai “Jarak Relasi”


Tampil #MemesonaItu adalah impian setiap manusia normal di planet ini.

Tiap orang – pria atau wanita, tua maupun muda, kaya ataupun miskin, rakyat terjelata hingga pejabat tertinggi, pendek kata: semua kalangan – selalu berusaha untuk tampil memesona, baik di lingkungan sosialnya yang internal maupun eksternal.

Semua itu manusia lakukan mulai dari hanya sekadar “diterima” atau “mempertahankan posisi” di sebuah lingkungan sosialnya, hingga “merebut kendali” di sebuah lingkungan yang lebih eksklusif. Semua ini dilandasi berbagai level dari motivasi “kebutuhan” hingga “keinginan” dan “ambisi” manusia itu sendiri dalam menjalani kehidupannya.

Jadi, jelaslah, tampil #MemesonaItu merupakan kebutuhan tiap orang untuk memelihara ketahanan hidup serta eksistensinya di muka bumi ini.

Lantas, apakah yang dimaksud “tampil #MemesonaItu”?

Jawabannya adalah: tergantung “siapa” sasaran dari pesona yang kita ingin tebarkan itu. Ini terkait dengan “jarak relasi” kita masing-masing, yang terdiri dari 5 (lima) level, yaitu: (1) Jarak relasi yang “terdekat”; (2) Jarak relasi yang “dekat”; (3) Jarak relasi yang “agak jauh”; (4) Jarak relasi yang “jauh”; dan (5) Jarak relasi yang “terjauh” – yang selaras dengan nilai-nilai budaya, tradisi, serta berbagai preferensi etika lainnya yang berlaku di lingkungan sosial yang bersangkutan.


Jarak relasi yang pertama, yaitu yang “terdekat”, adalah dengan “pasangan hidup” atau “kekasih” kita. Dalam konteks ini, tampil memesona di hadapannya lebih banyak didominasi motivasi-motivasi yang bersifat “pribadi” seperti “kasih sayang”, “saling memiliki”, dan “kekeluargaan”. Oleh karena itu, maka jenis pesona yang kita tampilkan untuk jarak relasi “terdekat” ini pun lebih bersifat pribadi, bahkan “intim”. Malah, jika pasangan hidup kita itu sudah “legal”, sebaiknya pesona yang kita tampilkan untuknya lebih banyak dibumbui dengan “erotisme”, “cinta” – utamanya “cinta berahi” yang dilandasi hasrat-hasrat seksual, di samping “cinta platonik” yang bersifat spiritual dan kekeluargaan – serta “adegan-adegan romantis dan mesra” yang akan makin mengokohkan hubungan kita dengan dia secara fisik, mental, dan spiritual.

Selanjutnya, yang kedua, ialah jarak relasi yang “dekat”, yaitu dengan anak kandung kita, kedua orang tua kita, dan saudara kandung kita. Jarak relasi di sini masih bersifat “pribadi” tetapi tidak “intim”. Di sini pun wajib ada “cinta”, tetapi “cinta platonik”, dan bukan “cinta berahi” seperti pada jarak relasi yang “terdekat” tersebut di atas. Pada jarak relasi yang “dekat” ini sama sekali tidak ada “erotisme”. Memang di sini masih ada “adegan-adegan mesra” tetapi tidak “romantis” dan sangat berbeda dibanding adegan-adegan pada jarak relasi “terdekat”. Di sini, misalnya, ada saling berpelukan dan saling berciuman tetapi sama sekali tidak dilandasi nafsu berahi, kecuali rasa kangen dan saling menyayangi secara kekeluargaan. Saling berpelukan dan berciuman dalam konteks “cinta platonik” pasti sangat berbeda jauh dibanding dalam konteks “cinta berahi” baik secara visual, intensitas, maupun nuansanya.

Yang ketiga adalah jarak relasi yang “agak jauh” – antara lain dengan para tetangga, teman sekantor, para klien, para kenalan, dan sebagainya. Pada jarak ini situasi berubah dari “hubungan pribadi” menjadi “hubungan kerja sama”, “persahabatan”, atau “ikatan kelompok”. Di sini hanya ada “cinta platonik”. Di sini sama sekali tidak ada “cinta berahi”, “adegan-adegan romantis dan mesra”, dan berbagai interaksi intim lainnya. Mungkin pada jarak relasi “agak jauh” ini masih ada semacam semangat “kekeluargaan” namun kadar, intensitas, dan frekuensinya pasti sangat berbeda dibanding pada jarak relasi yang “dekat”, apalagi yang “terdekat”.

Yang keempat ialah jarak relasi yang “jauh”, yang terdiri dari orang-orang yang “agak asing” dengan kita, misalnya dengan orang-orang yang baru kita kenal, tetangga jauh yang sangat jarang kita bertemu apalagi bertegur sapa, famili jauh yang nyaris tak pernah kita bertemu dengan mereka, dan semacamnya. Sesuai dengan jarak relasinya, hubungan kita dengan orang-orang dalam berbagai kelompok ini memang cukup “jauh”. Saking jauhnya, kita tak punya kesempatan untuk membangun “hubungan kerja sama”, “persahabatan”, atau “ikatan kelompok”. Kita pun tak punya “cinta platonik” pada mereka.

Dan, yang terakhir adalah jarak relasi “terjauh”. Ini terdiri dari orang-orang yang kita tidak kenal tetapi, karena satu dan lain hal, kita berada dalam satu tempat dengan mereka, misalnya sesama peserta sebuah seminar atau pesta pernikahan, sesama penumpang pesawat atau kereta api yang duduk berdekatan, dan sebagainya. Dengan mereka ini kita sama sekali tidak punya hubungan apa-apa selain “sesama warga negara” atau “sesama umat manusia”. Satu-satunya yang mengikat kita dengan mereka hanyalah “tata krama” atau “kesopanan”.

Lalu, bagaimana caranya kita “tampil #MemesonaItu” di hadapan kelima kelompok sesuai jarak-jarak relasi tersebut?

Caranya sangat mudah. Yaitu: “TAMPILLAH SESUAI JARAK RELASI KITA”. Jika jarak relasi kita dengannya adalah yang “terdekat”, maka berinteraksilah dengannya dengan jarak relasi yang “terdekat” pula – jangan dengan jarak relasi yang “dekat” apalagi yang “agak jauh”.

Jika kita menukar-nukarkan “cara” tampil kita dengan “jenis” jarak relasi kita, pasti akan timbul masalah, bahkan mungkin “bencana”.

Dengan memelihara penampilan kita sesuai jarak relasi tersebut, kita PASTI AKAN MEMESONA DI HADAPAN SIAPAPUN.

Karena pada prinsipnya, “orang yang memesona adalah orang yang meletakkan segala sesuatu pada tempatnya”.

Sederhana bukan?


#MemesonaItu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Terima kasih sudah berkomentar yang sopan dan membangun.
Jangan bosan untuk berkunjung lagi ya....